ILMU METAFISIKA

Ilmu Sihir

Ilmu magic atau sihir yang biasa kita sapa, sering kita praktekan secara alami dan banyak dari kita merasakan tanpa sadar, dalam psikoanilisis disebut fenomena SHC (Spontanieous Human Combustion). Dalam praktek sihir Anda harus mempunyai pengaruh dari lingkungan yang kondusif, penggunaan Herbs, Minyak, Simbol,Visualisasi, Mind Power dan Afirmasi.

Pengaruh lingkungan kondusif : Ketika Anda dalam suatu tempat yang kurang kondif dapat menyebabkan menurunkan kesehatan baik secara fisik maupun psikis dan juga menurunkan tingkat kenyamanan manusia yang ada di lingkungan tersebut. Sudah jelas bahwa ketiga hal tersebut merupakan dampak yang dampat memacu energi negative. Jadi pastikan sebelum Anda melakukan ritual, pastikan Anda terintergrasi pada tempat yang tepat, untuk dapat mencipatkan suasana yang harmoni dalam lembutnya sentuhan penuh hikmat energi positif.

Herbs : Rahasia dari tumbuhan yang memiliki unsur magis, memang sudah dikenal dari jaman dahulu mereka sudah dianugerahkan dari Morther Earth, untuk tumbuh dan bermanfaat bagi manusia. Contoh : Bawang putih adalah untuk proteksi, healing, banishing evil dan lust. Dalam herbalist ini saya terinsiprasi kepada Scott Cunningham.

Simbol : Dalam praktik – praktik dunia sihir, memang tidak lepas dengan symbol magis. Ini reflex dalam sebuah symbol yang sudah terlahir dari berabad – abad lalu, lebih memiliki kekuatan magis tertentu. Umumnya dalam symbol itu sudah terenkripsi nama Dewa – Dewi, Mantra yang sudah dikenal oleh alam semesta. Simbol ini sangat penting, karena ini cukup membantu membooster kemampuan Anda!

Visualisasi : Kemampuan berasal dari mindpower untuk membuat gambar dalam pikiran Anda, dapat membawa hasil yang positif, kemudian hasil itu sebagai manifestasi keinginan Anda.

Mind Power : Pikiran Anda mempunyai medan energi yang luar biasa. Energi itu terkadang tidak kita sadari. Setiap manusia, tanpa terkecuali, terikat pada hukum sistem fisik di semesta yang sudah pasti mengandung energi. Dalam fisika mereka mengenalnya sebagai teori kerja atau aksi. Energilah yang membuat alam semesta menjadi sebagaimana semestinya, merekalah yang dapat mengimplikasikan cahaya = hangat, udara = dingin, listrik, menakanik kimiawi dll.

Afirmasi : Fokuslah awali dengan afirimasi positif!
Pada dasarnya, tujuan dari teknik afirmasi adalah mengubah keyakinan individu menjadi lebih positif dengan melakukan penegasan dan peneguhan yang diucapkan dengan penuh keyakinan terhadap diri mereka sendiri. Kekuatan kata yang diucapkan, menggunakan dalam cara yang positif untuk mengubah keyakinan negatif.

Sihir didasarkan pada unsur – unsur alami yang bekerja bersama secara harmonis demi kebaikan semua, menggukan energi alam. Energi ini kemudian secara harmonis demi kebaikan diri Anda dan semua -Nya, Energi ini kemudian diubah oleh Anda, dari kebijaksanaan dari dalam diri Anda. Dengan melakukan visualisasi dan afirmasi. Menghubungkan kepada irama elements dan siklus bumi akan membawa kita kembali ke
dalam keseimbangan dengan alam.

Sebenarnya spells itu bahasa Latin, dan pelafalannya lebih enak sebagai Mantra. ketimbang English.. Jadi ada salah satu guru saya namanya Cæli, dia adalah Voodoo Spiritualis berasal dari Illionis. Beliau suka berbagi ilmu mengenai spellscraft, Nah .. terinspirasi katanya, bagi dia lebih menyukai bahasa Latin untuk menggunakan Mantra, basicnya sama saja. Hanya tambahan Hocus Pocus, pada awal spells.. dapat menambah kekuatan magis didalam spells.

Occultisme

Mengenal okultisme, dari kata Latin Occultus “rahasia, tersembunyi, rahasia”) adalah “pengetahuan yang tersembunyi. Dalam penggunaan bahasa Inggris umum, okultisme mengacu pada “pengetahuan tentang paranormal”, sebagai lawan dari “pengetahuan tentang terukur “.

Biasanya disebut sebagai ilmu pengetahuan. Istilah ini kadang-kadang diartikan pengetahuan yang “dimaksudkan hanya untuk orang-orang tertentu” atau “harus tetap tersembunyi”, tetapi untuk sebagian besar berlatih okultis itu hanya studi tentang realitas yang lebih dalam spiritual yang melampaui akal murni dan ilmu-ilmu fisik

Okultisme adalah studi tentang praktek okultisme, termasuk (namun tidak terbatas pada) sihir, alchemist, persepsi ekstra-sensorik, astrologi, spiritualisme, dan ramalan. Interpretasi okultisme dan konsep yang dapat ditemukan dalam struktur keyakinan agama seperti Gnostisisme, Hermetisisme, Theosophy, Wicca, Thelema, satanisme, dan penyembahan berhala model, Sebuah definisi yang luas yang diperkenalkan oleh Nicholas Goodrick-Clarke.

Ini juga menjelaskan sejumlah organisasi magis, ajaran dan praktik yang diajarkan oleh mereka, badan literatur besar saat ini dan sejarah dan filosofi spiritual yang berkaitan dengan subjek ini.

Dari 15 sampai abad ke-17, ide-ide alternatif yang digambarkan sebagai esoterisme Barat, yang memiliki kebangkitan dari sekitar 1.770 seterusnya, karena keinginan baru untuk misteri, minat pada Abad Pertengahan dan “reaksi terhadap Pencerahan rasionalis”. Alchemist adalah umum di antara yang penting, lahir di abad ketujuh belas ilmuwan, seperti Isaac Newton dan Gottfried Leibniz.

Newton bahkan dituduh memperkenalkan lembaga okultisme dalam ilmu alam ketika ia mendalilkan gravitasi sebagai kekuatan yang mampu bertindak pada jarak yang luas. Dan abad kedelapan belas keprihatinan keagamaan dan filosofis yang tidak lazim dengan baik – didefinisikan sebagai ‘ praktik gaib’, karena mereka telah keluar dalam bentuk pengetahuan dan wacana”.

Berdasarkan pada penelitian ke kebangkitan okultisme modern Jerman (1890-1910), Goodrick-Clarke mengedepankan tesis pada kekuatan pendorong di belakang okultisme. Di balik berbagai bentuk bervariasi tampaknya terletak fungsi seragam, “keinginan yang kuat untuk mendamaikan temuan-temuan ilmu alam modern dengan pandangan keagamaan yang bisa mengembalikan manusia ke posisi sentralitas dan martabat di alam semesta” Sejak saat itu banyak. penulis telah menekankan pendekatan sinkretis dengan menggambar paralel antara disiplin ilmu yang berbeda.

Alchemi

Alchemy adalah sebuah ilmu pengetahuan kuno yang berfokus pada usaha untuk mengubah logam dasar menjadi emas (transmutasi), penelitian mengenai Elixir of Life (ramuan hidup abadi) dan pencapaian hikmat tingkat tinggi. Praktek ini telah dilakukan oleh penduduk masa purba, mulai dari Mesir, India, Mesopotamia, Eropa hingga Cina dan Jepang.
Salah satu aspek yang terpenting dari ilmu Alchemy adalah Philospher’s Stone, sebuah substansi yang dipercaya mampu mengubah logam dasar menjadi emas. Substansi ini telah dicari oleh para alchemist selama ribuan tahun tanpa hasil.
Selama ini, Alchemy masih digolongkan kedalam Pseudo Science karena dianggap tidak mengikuti kaidah sains yang baku dan tidak ada bukti ilmiah yang dihasilkan. Bahkan Isaac Newton yang pernah menulis beberapa bahasan soal alchemy juga tidak berhasil memecahkan misteri Philospher’s Stone atau Elixir of Life. Tentu saja, ini membuat ilmu alchemy tergantung-gantung diantara fiksi dan realita.
Namun, pada awal abad ke-20, di Paris, beredar sebuah rumor kalau di kota itu tinggal seorang alchemist yang hidup secara rahasia dan telah berhasil memecahkan rahasia kuno transmutasi, dengan kata lain, rahasia Philosopher’s Stone sendiri. Alchemist ini dikenal dengan nama Fulcanelli.

Metafisika Filsafat

Metafisika berasala dari bahasa Yunani “ meta physika “ ( Sesudah Fisika ). Suatu pengetahuan yang berusaha menyelidiki alam yang berada diluar apakah hakikat yang berada dibalik realitas.
Suatu pembahasan filsafati yang komprehensif mengenai seluruh realitas atau tentang segala suatu yang ada.

1. Metafisika umum ( Ontology ), membahas segala sesuatu yang ada secara menyeluruh. Pertanyaan ontologism seperti : Apakah realitas atau ada yang begitu beraneka ragam dan berbeda pada hakekatnya satu atau tidak ? Apakah benar satu, apakah gerangan yang satu itu ? Apakah eksistensi yang sesungguhnya dari segala Sesutu yang ada itu merupakan realitas yang tampak atau tidak ? Ada tidak teori ontologism itu, yaitu :

a. Idealisme, realitas sesungguhnya bukanlah yang kelihatan tetapi yang bukan kelihatan.. Segala sesuatu yang ada adalah satu bentuk dari pikiran ( Friendrich Hegel ). Objek pengalaman kita yang ada dalam ruang dan waktu (Immanuel Khant).
b. Materalisme, menolak hal – hal yang tidak kelihatan. Realitas yang sesungguhnya dalam alam kebendaan, suatu realitas itu hanya mungkin dijelaskan secara materalistis.
c. Dualisme, mengakui bahwa realitas terdiri dari atau yang ada secara fisis dan mental atau berada tidak kelihatan secara fisis.

2. Metafisika Khusus, meliputi :

a. Kosmologi, yaitu dunia atau ketertiban yang merupakan lawan dari “Chaos” ( tidak tertib). Kosmologi berarti percakapan tentang dunia atau alam dan ketertiban yang paling fundamental dari seluruh realitas.
b. Teologi metafisik mempersoalkan esistensi Tuhan yang dibahas secara terlepas dari kepercayaan Agama, yang dipahami secara rasional.
c. Filsafat antropologi, yaitu berupaya menemukan jawaban atas pertanyaan pertanyaan sebagaimana adanya, baik menyangkut esensi, eksistensi status maupun relasi – relasinya.

Aliran – aliran dalam Metafisika.

Metafisika dibagi atas dua golongan, yaitu ontology dan teologi. Ontologi mempersoalkan bagaimakah kita menerangkan hakikat dari segala yang ada ini ? Pertama kali orang dihadapkan kepada kenyataan yang berupa benda (materi) dan kenyataan berupa rohani kejiwaan. Selanjutnya ontology mempersoalkan bagaimakah hakikat dan hubungan antara dua macam kenyataan itu ? Apakah kedua kenyataan itu berlainan atau satu hakekatnya. Kalau dua hakikat bagaimakah hubungan sehingga berjalan sejajar bersama – sama? Kalau satu hakikat, kenyataan manakah yang menjadi pokok hakikat itu ? kenyataan yang lahir batin ?

Berdasarkan persoalan diatas metafisika memiliki empat aliran, yaitu :

1. Aliran Dualisme, berpendapat bahwa wujud ini terdiri atas dua hakikat sebagai sumernya, yaitu materi dan rohani. Keduanya bersifat asas dan abadi serta menciptakan kehidupan dalam alam ini. Kedua hakikat ini diisitilahkan sebagai “dunia kesadaran” (rohani) dan “dunia ruang” (keberadaan). Tokohnya adalah Descartes.
2. Aliran Materalisme, aliran ini mengangap yang ada hanyalah materi. Adapun jiwa (rohani) tidak merupakan kenyataan yang tidak berdiri sendiri, hanya sebagai akibat saja dari proses gerakan kebendaan dengan salah satu cara tertentu.
3. Aliran Idealisme, aliran ini disebut juga spiritualisme. Idealisme disebut serba cita, sedangkan spiritualisme serta spirit / roh. Aliran ini menggapan bahwa kenyataan yang beraneka warna ini semua berasal dari roh (sukma)
4. Agosticisme, suatu aliran yang mengingkari kesanggupan manusia untuk mengetahui hakikat seperti dikehendaki oleh ilmu metafisika, meliputi materi dan rohani. Golongan kedua dari metafisika itu adalah teologi atas teologi rohani. Golongan kedua dari metafisika itu adalah teologi atas teologi naturalis, yaitu filsafat keTuhanan yang berpangkal semata-mata pada kejadian alam.

Teologi naturalism dibagi menjadi dua aliran, yaitu :

i. Theisme, aliran yang berpendapat bahwa ada sesuatu kekuatan yang beridiri dari luar alam dan menggerakan alam ini. Kekuatan itu adalah Tuhan, yang mengerakan alam ini. Kekuatan itu merupakan aturan dunia, sehingga dunia ini teratur dengan baik. Jadi Tuhan adalah tracedent, yaitu diluar alam. Tuhan adalah sebagai yang ada dialam ini, segala bersandar kepada Sebab itu. Dalam aliran Theisme, alam tidak beredar menurut kehendak tetapi mutlak Tuhan. Oleh sebab itu, Theisme mengakui adanya mukjizat.
ii. Pantheisme, mengandung arti seluruhnya Tuhan, bahwa kosmos ini adalah Tuhan, semua yang ada di dalam keseluruhannya adalah Tuhan dan Tuhan adalah semua yang adalah semua yang ada dalam keseluhurannya. Benda benda yang dapat ditangkap dengan panca indera adalah bagian Tuhan. Jadi Tuhan adalah immanent, yaitu berada dalam alam ini. Bukan diluar karena seluruh kosmos ini adalah satu maka Tuhan dalam pantheisme mempunyai bagian – bagian.

Antara Witchraft vs Wicca vs Paganisme. Witches rata – rata mereka seorang Paganisme, namun semua Paganisme tidak mutlak seorang penyihir, dan yang paling penting digaris bawahi “ tidak semua penyihir adalah seorang Wiccan”. Dengan kata lain, seorang penyihir dalam prakteknya tidak semua mereka sebagai orang yang percaya kepada agama Wicca. Wicca terlibat dalam praktek – praktek keagamaan dari Wiccan, bahwa tidak semua dari antara mereka menjadi seorang penyihir. Dan beberapa pagan Wiccan merasa bahwa sihir tidak diharuskan atau diwajibkan. Karena wiccan adalah Agama bukan Agama dari penyihir sesungguhnya. Seperti yang diucapkan oleh Scott Cunningham hubungannya dengan energy dalam batu dan tumbuh – tumbuhan, warna dan dan benda – benda alam lainnya yang memiliki nada spiritual. Definisi ini, bukanlah Agama hanya saja beberapa pengikut Wicca menggunakan seolah – olah menjadikan trademark pada dirinya. Jadi menurut Scott Cunnigham banyak menalogikan untuk menjadi seorang Wicca tidak selalu menjadi penyihir. Saya telah melihat beberapa website asing yang mengatakan “the craft of the wise.” Ini juga tidak benar ! adanya istilah Wicca untuk pria yang berlatih keahilan Craft, sedangkan Wicce adalah istilah yang digunakan untuk berlatih seni Craft.

 

~ oleh sanusiz pada Februari 14, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: