Sajian lepas

sajian lepas

Penulis : idris Nawawi

Warning, dari berbagai kehancuran alam sudah sangat terlihat alam menjadi pemandangan sehari-hari, kini siapa yang mampu meredamnya, waspadalah ! Karena Rajeg Bumi dari para Rijalullah, Bagus syafaat, mahbubiyah, atman, Autad, Nujaba, Abdal, Budala, dan lainnya. Telah wafat satu persatu. Bahkan belum lama ini, tepatnya tanggal 16 Desember 2006, Raja Islam Cirebon, Habib Muhammad bin Syeikh bin Yahya (Kang Ayp Mu) Jagasatru, telah pulang ke Rahmatullah. Lantas, Bagaimana sikap kita untuk mencegahnya ?. Habib Nur Ali salah satu dari tujuh Rijalullah Bumi pernah berujar, alam akan tenang cobaan akan reda dan segala musibah akan sirna, apabila solawat Mbah Kuwu Cakra Buana terus selalu dibaca setiap waktu (sehabis Sholat Fardhu) apa saja Sholawat itu ? Yaitu, sholawatul Qowi. Nah, untuk keselamatan bangsa Indonesia Misteri akan menuliskan sholawat Qowitersebut,
inilah bacaannya : Allahumma Solli ‘ala muhammadinil Qowwiyi washolihil a’mal, sedangkan menurut Habib Husein An-Nawawi Al Adzomatul Khon, perbanyaklah membaca ilmu Aji Wijaya Kusuma. Menurut Habib Muhammad Al-Adzomatul Khon, tutuplah segala bencana / musibah ini dengan mengistikomahkan membaca dalailul Khoirot, sedangkan menurut Habib Tsamri Al-Athos, bencana akan bisa diredam, apabila kita mau mengistighosahkan Hizib Basmalah secara rutin. Dan yang akhir, para Al Hafidzul Qur’an berpendapat, segala musibah akan mudah diredam, apabila dalam satu daeah terdapat 3 orang Hafidz atau Hafidzoh (Hapal Al-qur’an) dan masih mengistiqomahkannya secara rutin dan teratur , karena segala Kalamullah yang terdapat didalamnya, adalah suatu do’a istijabah yang selalu akan didengar oleh Allah SWT. sebagai sifat Sama wal Bashor nya. Semoga dengan balutan gaib ini, akan menambah kehatian diri kita. Khususnya, untuk bersama menjauhi segala aktifitas yang menjadikan sebuah peringatan dari Allah SWT. Semoga ditahun 2007 ini, Bangsa kita akan terhindar dari beberapa cobaan yang merenggutnya manusia. Semoga dengan menambahnya takwakita, semua selamat dari berbagai hal yang bersifat negatif.

QU ANFUSSAKUM WA AHLIKUM NARO. Amin……..

Disamping itu, azab Allah SWT, akan terus turun dimuka bumi ini lewat perantara sifat alam yang sangat mengerikan. Konon nyawa manusia akan banyak kita lihat ditengah amukan bencana yang tidak bisa dihindari oleh siapapun juga. Raja Maemun juga menegaskan bahwa, bencana akan terus turun selagi manusia tidak menjaga hafdunnafsi / nafasnya sendiri. Mengapa? Karena hafdunnafsi adalah bagian sifat manusia yang harus dijaga seumur hidupnya. Sebab, dari kebebasan hafdunnafsi manusia, mereka banyak melanggar syariat agama, hingga lambat laun, Allah SWT menjadi murka. Dan hafdunnafsi disini terbagi menjadi 4 bagian yang semuanya harus dijaga sehingga azab tidak sampai turun di muka bumi ini.

Hafdunnafsi lisani Diantara kemurkaan Allah SWT, hingga mengazab para makhluk ciptaanNya, mereka (manusia) tidak bisa menjaga ucapannya sendiri, seperti mudah ingkar janji, suka menyakiti hati manusia karena merasa dirinya kuat, kaya, berpangkat dan mempunyai kekuatan masa sehingga semua ucapannya selalu ingin dituruti. Banyak mengobral janji akan kemakmuran orang banyak sehingga orang-orang miskin sangat mengharapkannya. Namun janji-janji yang diharapkan orang tak punya ini tak pernah kunjung datang hingga sakitnya orang-orang miskin ini sampai tembus ke alamul arsy, yang menjadikan Allah SWT murka dan mengazab.
Hafunnafsi bithulil kadzibi Sifat ini yang membuat Allah SWT, murka adalah banyak menyepelekan orang-orang yang tak punya. Disini yang dimaksud adalah mengulur-ulur waktu dalam membantu harapan orang-orang yang semestinya dibantu. Namun karena ketidakmampuan, hak pribadi yang seharusnya dimiliki menjadi suatu masalah dan menjadi milik orang lain yang bukan menjadi haknya. Banyak memberikan peluang dan harapan untuk orang-orang yang tak punya, namun sesudahnya mereka dimanfaatkan atas keluguan  hatinya hingga keinginan yang seharusnya mereka dapatkan, semua kandas berikut segel rumah sebagai jaminannya. Penderitaan dan sakit hati dari orang-orang tak punya ini hingga sampai menggoyahkan dinding langit yang akhirnya Allah SWT menjadi murka dan mengazab.
Hafdunnafsi bilaf’al Sifat-sifat manusia yang dimurkai oleh Allah SWT hingga diturunkan suatu azab, mereka banyak menyakiti orang-orang lemah dan tak punya. Dengan kebesaran nama dan keluruhan derajat yang semuanya dari Allah SWT, mereka manfaatkan untuk memeras, menjauhkan dan mengambil alih derajat orang lain. Saling sikut dan memberikan fasilitas sesaat bagi orang-orang bodoh sebagai umpan dan tameng dirinya. Suatu kesalahan yang ditimpakan ke orang lain, kejujuran yang mulai dijauhi, kebenaran yang mulai dikalahkan oleh setumpuk uang, keikhlasan hati yang mulai ditukar dengan jabatan, dan penderitaan manusia yang tak punya, yang tak pernah mendapat suatu keadilan. Do’a-do’a dari mereka yang tertindaslah sehingga Allah SWT, murka dan mengazab hingga dunia dan akherat.
Hafdunnafsi bilwalidaen. Orang-orang yang dimurkai oleh Allah SWT hingga diturunkannya azab yang sangat mengerikan ke muka bumi ini, yaitu dari sifat seorang anak yang tak pernah mengenal akan balas budi orang tuanya. Mereka membiarkan orang tuanya dalam kesengsaraan hidup. Keprihatinan ekonomi yang sedang melanda orang tuanya tak pernah dihiraukannya, bahkan dengan kecongkakkan, mobil mewah, harta benda yang dimilikinya, si anak tambah menjauh dari orang tuanya. Rasa malu mempunyai orang tua miskin, hidup tertekan karena punya seorang isteri kaya, hingga kehidupan orang tua nan jauh tak pernah ditengok kembali. Cara-cara seperti inilah yang menjadikan Allah SWT, sangat murka dan mengazab hingga mereka Well, selamanya. Naudzu billahi mindzalik. Sebagai makhluk hidup yang masih punya rasa keimanan, tentu dengan maraknya bencana yang terus melanda negeri ini, kita semua ingin selamat. Namun, bagaimana keselamatan ini kita harus membelinya, toh azab tidak pernah kita duga sebelumnya.

Dalam satu perkumpulan pengajian dirumah, Al Habib Syekh Mindarajatil Wilayah Wa Quthbul Mutlak Fi Hadzaz Zaman. Beliau berujar di depan 10 santri pilihannya. Empat hari sebelum terjadinya gempa di Indramayu, 09 Agustus 2007, kurang lebih penturannya sebagai berikut : Bagaimana harus menyikapi suatu keadilan yang telah dipercayakan kepadaku. Apabila keadilan itu datangnya dari sifat alam yang menuntut atas segala dosa dan kedzoliman para makhluk hidup yang terus menindihnya. kini bumi dan laut telah datang dengan wujud aslinya. Mereka menuntut dengan wajah garang membara. Lantas apakah aku harus berdiam diri dengan tuntutan mereka atas sifat koharnya (keras). Beliau melanjutkannya lagi. Sebentar lagi, sifat alam akan murka dengan rapuhnya dasar bumi yang sudah membara. Kini kita sebagai manusia yang menjalani syareat derajat dirinya harus melerai dan bisa meredam dari segala sifat kohar alam. Mari kita bersama-sama menyerukan asma kebesaranNya. “Allahu Akbar”. Secara istiqomah, ikhlas dan terus memohon. Semoga bencana ini dijauhkan dari marabahaya sifat manusia. Amin.

Nah, lewat kontemplasi yang Misteri terima dari para gaib, mereka menyarankan untuk menanam tiga pohon dihalaman rumah, diantaranya :

Tiga pohon hanjuang merah
Tujuh pohon muribang lanang merah
Satu pohon wijaya kusuma

Dari ketiga jenis pohon ini, para gaib akan menjaga rumah anda dari marabahaya apapun juga. Sebab, dibalik ketiga pohon ini ada manfaat lain, yaitu pohon-pohon yang disukai para gaib karena didalamnya mempunyai keistimewaan asma, yaitu : Ya Rob, Ya Salimna dan Ya Qowiyyu. Menurut para jin Islam, mereka punya perbedaan pendapat dalam menyingkapi keselamatan dari marabahaya bencana alam, yaitu :

Disetiap satu minggu, wajib bersodaqoh seikhlasnya terhadap kedua orang tua / anak yatim / para jompo.
Jangan meninggalkan shalat malam dan shalat sunnah qabliyah ba’diyah (shalat sunnah sebelum dan sesudah shalat fardhu).

Tapi, menurut ahli batin, untuk mencegah suatu bencana yang sewaktu-waktu datang, istiqomahkan dengan membaca doa Nurbuwat 7x dalam sehari semalam. Semoga dengan gambaran bencana yang kita lihat, menjadikan suatu penuntun hidup untuk selalu berhati-hati. Semoga

Hanya sekedar penyampai lisan dari kewaskitaan para Rijalullah bumi, kini para Rijal lain telah raib dari muka bumi ini, karena suatu alasan. Mereka ingin hidup tenang dengan menjauhi makna duniawi, pindah kesuatu alam kewalian (thurobi) selamanya, diantaranya Habib Syeikh Tsamri Al-Athas dan Waliyullah besar, Raja Islam Al-Wustha. Dengan bertambahnya sedikitnya para ahlillah bidarajul jalalah (manusia yang dikaruniai sifat-sifat mulia sebagai penjaga keamanan bumi), mereka berpesan unyuk semua ummat manusia didunia. Bencana susulan akan terus ada dijagat raya ini, berbagai sifat manusia akan mudah emosi dalam segala hal karena kecuraman hati, jauh dari aqidah dan pemahaman tentang ilmu agama. Bencana ini akan terus datang sebagai tasbih / adapt akhir zaman. Kini bencana akan terus hadir dengan beraneka macam bentuk dan sifat kelakuannya. Dimulai dari bentuk yang dibuat oleh manusia sampai bentuk yang berasal dari sifat alam. Kini hanya satu pangkalnya, istiqomahkanlah membaca ayat “Allahu Akbar 100x (dalam sehari) dan bersodaqolah lewat para anak yatim dan orang tak mampu lainnya. Cukup 1 Minggu sekali (seikhlasnya). Perbanyaklah tafakur dalam intropeksi diri atas segala kelalaian yang pernah kita perbuat sebelumnya dan carilah pembimbing mulia sebagai tongkat hidup menuju jalan sakinah, karena hanya jalan inilah kemurkaan alam bisa teredam.

Semoga dengan ulasan ini, kami-pen, selaku manusia dhoif, dan seluruh masyarakat Indonesia lainnya, dijauhi akan segala marabahaya yang sewaktu-waktu datang tanpa kita ketahu. Amin. Mohon maaf sebelumnya, Misteri merahasiakan dua nama nara sumber diatas, karena permintaan beliau.

( sumber : idris nawawi tja )

Iklan

~ oleh sanusiz pada September 4, 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: